Selasa, 14 Mei 2013

Makalah Koloid



PEMBAHASAN
1.      Pengertian Sistem Koloid
      Koloid merupakan salah satu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi.
a.       Larutan
Larutan didalam dunia kimia diartikan sebagai campuran homogen dari dua zat atau lebih. Larutan ini bersifat kontinu dan merupakan sistem satu fase (homogen). Ukuran partikel zat pelarut kurang dari 1 nm (a nm = 109m), stabil larutannya (tidak memisah) dan tidak dapat disaring.
b.      Koloid
Koloid merupakan sistem dispersi yang terdiri dari partikel- partikel kecil dari suatu zat yang disebut fase terdispersi dan dalam fase lainnya yang disebut medium pendispersi. Adapun terdispersi maupun medium pendispersi tersebut dapat berbentuk padat, cair atau gas.
c.       Suspensi
Suspensi merupakan sistem dispensi yang terdiri dari partikel- partikel terdispersi yang relatif besar dan tersebar merata didalam medium pendispersi.
Untuk lebih jelas melihat perbedaan antara larutan, koloid, dan suspensi.
Tabel 1.1 Perbedaan larutan, koloid dan suspensi

No.
Larutan
Koloid
Suspensi
1.       
1 fase
2 fase
2 fase
2.       
Jernih
Keruh
Keruh
3.       
Homogen
Antara homogen dengan heterogen
Heterogen
4.       
Diameter partikel < 1 nm
Diameter partikel  1nm < d < 100 nm
Diameter parikel > 100 nm
5.       
Tidak dapat disaring
Tidak dapat disaring dengan penyaring biasa
Dapat disaring
6.       
Tidak memisah jika didiamkan
Tidak memisah jika didiamkan
Memisah jika didiamkan
2.      Klasifikasi Sistem Koloid
      Koloid dapat dikelompokkan berdasarkan kombinasi fase terdispersi dan medium terdispersi. Koloid yang pase terdispersinya berwujud padat disebut sol, koloid yang fase terdispessinya berwujud cair disebut emulsi, sedangkan koloid yang fase terdispersinya berwujud gas disebut buih. Ketiga koloid tersebut dapat dikelompokkan lagi berdasarkan fase pendispersinya.
a.       Busa
Busa adalah koloid yang terdiri dari fase terdispersi gas dan fase terdispersi cair (gas didalam cairan). Contohnya krim kocok, busa sabun.
b.      Busa padat
Busa padat adalah koloid yang terdiri dari fase terdispersi gas dan fase pendispersi padat. Contohnya batu apung, kerupuk, karet busa.
c.       Aerosol cair
Aerosol cair yaitu koloid terdiri dari fase terdispersi cair dan pendispersi gas (cair dalam gas). Contohnyakabut, awan.
d.      Aerosol padat
Aerosol padatyaitukoloid tang terdiridarifaseterdispersipadatdanfasependispersigas (padatdalam gas). Contohnyadebudanasap.
e.       Emulsi
Emulsiadalahkoloid yang terdiridarifaseterdispersicairdanfasependispersicair (cairdidalamcair).Contohnyasusu, santa, saos, minyakikandanmayones.
f.        Emulsipadat
Emulsipadatadalahkoloid yang terdiridarifaseterdispensicairdanpendispensipadat (cairdidalampadat).Contohnya agar- agar, selai, keju, mentega.
g.       Sol atau gel
Sol atau gel adalahkoloid yang terdiridarifaseterdispersipadatdanfasepedispersicair (padatdidalamcair).Contohnya cat, kanji, lem, lateks, tintadanputihtelur (albumin).
h.       Sol padat
Sol padatadalahkoloid yang terdiridarifaseterdispensipadatdanfasependispersipadat (padatdalampadat).Contohnyaperunggu, kuninganmutiara, intanhitam, kacaberwarna, paduanlogam(alloy)danbaja.
3.                  PembuatanSistemKoloid
Pembuatankoloiddaripartikelkecil (larutan) disebutcarakondensasi, sedangkanpembuatankoloiddaripartikelbesar (suspensi) disebutcaracaradispersi.
1.      Cara Kondensasi
Cara kondensasi adalah cara pembuatan koloid dari partikel kecil (larutan) menjadi partikel koloid. Cara kondensasi ini merupakan cara kimia, yaitu melalui reaksi redoks, reaksi hidrolisis, dekomposisi rangkap dan pergantian pelarut.
a.        Reaksi Redoks
Reaksiredoksadalahreaksi yang disertaiperubahanbilanganoksidasi.Contoh:
Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2), yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2.
2H2S(g) + SO2(aq)⎯⎯→ 2H2O(l) + 3S (koloid)

b.      ReaksiHidrolisis
Reaksihidrolisisadalahreaksisuatuzatdengan air, digunakanuntukmembuatkoloidpadalogambesi (Fe), aluminium (Al), dankrom (Cr).Hal itukarenajikadireaksikandengan air, basalogamtersebutbersifatkoloid.Contohnya:
FeCl3(aq) + H2O(l)  → Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)
c.       ReaksiDekomposisiRangkap
Contoh 1: Sol As2S3dapatdibuatdarireaksiantaralarutan H3AsO3 denganlarutan H2S.
2H3AsO3(aq) + 3H2S(aq)⎯⎯→ As2S3(koloid) + 6H2O(l)
Contoh 2: Sol AgCldapatdibuatdenganmencampurkanlarutanperaknitratencerdenganlarutanHClencer.
AgNO3(aq) + HCl(aq)⎯⎯→ AgCl(koloid) + HNO3(aq)
d.      PenggantianPelarut
Contoh 1: Apabilalarutanjenuhkalsiumasetatdicampurdenganalkohol, makaakanterbentuksuatukoloidberupa gel. Dalamhalinipartikelkalsiumasetatmemelukpelarutalkohol yang membentuk gel.
2.      Cara Dispersi
Cara dispersi adalah pembuatan partikel koloid dari partikel kasar (suspensi) menjadi partikel koloid. Cara dispersi ini dintaranya cara mekanik, peptiss, busur bredig dan ultrasonik.
a.       Cara Mekanik
Butir-butir kasar digerus dengan lumping atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi.
b.      Cara Peptisasi
Peptisasi adalah cara pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zatpemeptisasimemecahkanbutir-butirkasarmenjadibutir-butirkoloid.
c.       Cara Busur Bredig
Cara ini digunakan untuk membuat sol-sol logam, seperti Ag, Au, dan Pt.  Logam yang akan diubah menjadi koloid digunakan sebagai elektrode. Kedua elektrode logam ini saling berdekatan dan diberikan loncatan listrik dalam medium pendispersinya. Akibatloncatanlistriktersebut, timbulpanas yang akanmenguapkanlogam. Uap logam akan terkondensasi dalam medium pendispersi sehingga terbentuk sol logam.
4.      Sifat- sifatKoloid
Sistemkoloidmemilikibeberapasifatkhusus yang membedakandengansistemdispersilainsepertilarutanataupunsuspensi. Adapunsifat- sifatkhusus yang dimilikiolehsistemkooidantara lain efek Tyndall, gerakbown, elektroforesis, adsorpsi, dankoagulasi.
1.   Efek Tyndall
                        Cara yang paling mudahunukmembedakanlarutan, koloidataususpensiadalahmenggunakansifatefek Tyndall.Istilahefek Tyndall berdasarkannamapenemunya, yaituJohn Tyndall (1820 -1893), seorangahlifisikaInggris. Efek Tyndall adalahpenghamburancahayaolehpartikel- partikelkoloiddalamlintasannya.Olehkarenaituefek Tyndall dapatdigunakanunukmembedakanantarakoloiddanlarutansejati.Jikaseberkascahayadilewatkanmelaluisistemkoloid, makaberkascahayatersebutkelihatandenganjelas.Berbedajikaberkascahayadilewatkanmelaluilarutan, nyatanyaberkascahayaseluruhnyadilewatkan.Akan tetapijikaberkascahayatersebutdilewatkanmelalui suspense, makaberkascahayatersebutseluruhnyatertahandalamsuspenstersebut.
2.   GerakBown
                        Denganmenggunakan ultra (mikroskop optic yang digunakanuntukmelihatpartikel yang sangatkecil), partikel- partkelkoloidtampakbergerakterusmenerus, gerakannyapatah- patah (zig-zag) danarahnyatidakmenentu.GeraksembarangsepertiinidisebutgerakBown, berdasarkannama orang yang menemukannyatahun 1827, yaituRobert Bown(1773-1858, seorangahlibiologiberkebangsaanInggris. GerakBownterjadiakibatadanyatumbukan yang tidakseimbangaanarapartikel- partikelkoloiddenganmolekul- molekkulfasependispersinya.Gerak Brown iniakanmakincepatjikapartikel- partikelkoloidmakinkecil.
3.   Elektroforesis
                        Jika partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik, menunjukkan bahwa partikel koloid tersebut bermuatan. Pergerakan partikel- partikel koloid dalam medan listrik ke masing- masing elektrode disebut elektrofesis. Dari penjelasan tersebut dapat disimplkan bahwa elektrofesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan koloid. Dengan adanya elektrofesresis sangat berguna sehingga pendeteksi// mengidentifikasikan DNA untuk mengidentifikasi korban/ pelaku kriminalitas. Elektriferesis juga digunakan untuk mengurangi pencemaran udara yang dikeluarkan melalui cerobong asap pabrik.
4.   Adsorpsi
Apabila partikel-partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas, maka pertikel-partikel zat cair atau gas tersebut akan terakumulasi pada permukaan zat padat tersebut. Fenomena ini disebut adsorpsi. Beda halnya dengan absorpsi. Absorpsi adalah fenomena menyerap semua partikel ke dalam sol padat bukan di atas permukaannya, melainkan di dalam sol padat tersebut.  
5.      Koagulasi
Koagulasi adalah proses penggumpalan partikel- partikel koloid. Proses koagulasi ini terjadi akibat tidak stabilnya sistem koloid. Sistem koloid tersebut bermuatan positi atau bermuatan negatif. Jika sistem koloid dinetralkan muatannya, maka koloid tersebut menjadi tidak stabil lalu terkoagulasi (menggumpal). Koagulasi dengan cara menetralkan muatan koloid dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a.    Penambahan zat elektrolit
b.    Mencampurkan koloid berbeda yang berbeda muatan

6.      Koloid Liofil dan Liofob
a.    Koloid Liofil
Koloid liofil adalah kolid yang fase terdispersinya cenderung suka mengikat medium pendispersinya. Jika koloid tersebut menggunakan air sebagai mediumnya, disebut koloid hidrofil. Contohnya kanji, agar- agar, lem, cat, gelatin, protein dan sabun.
b.    Koloid liofob
Koloid liofob adalah koloid yang fase terdispersinya cenderung tidak suka mengikat medium perdispersinya. Jikakoloidtersebutmenggunakan air sebagaimediumnya, disebutkoloidhidrofob.Contohnya sol belerang As2S3, sol emasFe(OH)3, sol AgCldan sol CaCO3.
7.      Emulsi
            Emulsi adalah jenis koloid dengan fase terdispersiya cair dan medium pendispersinya bisa berupa zat padat, cair, ataupun gas. Emulsimerupakansistemkoloid yang tidakstabil.Contohnyaminyakdan air.Campuranantaraminyakdan air aka membentukdualapisanyaituminyakdan air yang terpisah. Sifatkoloidlain  adalahemuglator, yaitudapatdigunakanuntukmencampurzat- zat yang tidaksalingcampur. Zatpengelmusi (emuglator) yang digunakanuntukmemperolehemulsi yang stabilantaramiyakdan air adalah alcohol.
5.      Koloid dalam Kehidupa Sehari- hari
Sistem koloid banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti di alam (tanah, air, dan udara), industri, kedokteran, sistem hidup, dan pertanian. Di industri sendiri, aplikasi koloid untuk produksi cukup luas. Hal ini disebabkan sifat karakteristik koloid yang penting, yaitu dapat digunakan untuk mencampur zat-zat yang tidak dapat saling melarutkan secara homogen dan bersifat stabil untuk produksi skala besar.
            Berikut ini adalah tabel aplikasi koloid.
            Tabel 2. 2 Contoh Aplikasi Sistem Koloid dalam Industri
Jenis Industri
Contoh Aplikasi
Industri makanan
Keju, mentega, susu, saus
Industri kosmetik
Alas bedak, krim muka, deodoran
Industri kebutuhan rumah tangga
Sabun, detergen, pasta gigi
Industri pertanian
Pestisida, insektisida
Industri farmasi
Minyak ikan, penisilin

Contohaplikasisistemkoloidlainnyayaitu :
1.      PemutihanGula
Gulatebu yang masihberwarnadapatdiputihkan.Denganmelarutkangulakedalam air, kemudianlarutandialirkanmelaluisistemkoloidtanahdiatomaeataukarbon.Partikelkoloidakanmengadsorpsizatwarnatersebut. Partikel-partikelkoloidtersebutmengadsorpsizatwarnadarigulatebusehinggaguladapatberwarnaputih.
2.      Penggumpalan Darah
Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik atau tawas yang mengandung ion-ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan.

Tidak ada komentar: