Tok… tok… tok... bunyi sepatu olahraga ungu putih itu di atas lapangan kayu segi empat yang diampit oleh
sang-ring. Dia berjalan dari pintu open dan berhenti pas di tengah
lapangan in-door tersebut.Baju olahraganya basah kuyup diterpa hujan
deras.Dia menatap lapangan dengan seksama mulai dari ring, tempat penonton,
tempat para pemain. “ternyata sudah banyak perubahan,” desahnya dalam hati.
Dia berjalan lagi dan berhenti di salah satu
tempat penonton. Dia dudukkan badannya yang terasa letih setelah mengendarai
mobil hitamnya selama kurang lebih lima jam dari kosnya. Dia duduk sembari
menatap pemandangan yang terlukis didepannya. Beberapa detik kemudian pikirannya
terbang ke beberapa tahun yang lalu yang masih tersimpan rapat dalam
ingatannya. Kaset masa lalu kini berputar kembali.
selanjutnya --> Cerita Si Mata Lensa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar